Fenomena nasi kucing yang asalnya dari daerah Jogja, Semarang dsk itu sampai juga disini. Di jalan pulang yang biasa kami lewati tampak ada tenda yang menjual nasi kucing dengan lukisan kucing di tendanya, seperti gambar lele di tenda pecel lele, gambar bebek di penjual nasi bebek, atau gambar berbagai binatang laut di penjual sea food.
Karena sempat mencoba dan kebetulan suka dengan porsinya yang kecil dan diberi berbagai macam lauk seperti oseng tempe dan ikan, saya bilang :
M: de liat ada warung nasi kucing..
I : emang kucing HALAL mah?
antara ingin ketawa dan bangga bahwa dia sudah waspada dengan halal atau tidaknya makanan. Wajahnya yang heran indikasi bahwa dia tahu daging kucing tidak boleh dikonsumsi umat muslim karena termasuk binatang buas dengan gigi taringnya yang tajam dan memangsa menggunakan taringnya.
Nasi kucing sudah hadir tinggal menunggu kopi joss nya.. :)

No comments:
Post a Comment