Tuesday, November 25, 2014

Desember vs Tematik SD

Ilham belajar mengenal nama-nama bulan dalam setahun waktu dia di TK. Sekarang di kelas 1 SD Ilham sudah hapal betul nama hari dan bulan. Sering saya lihat Ilham buka-buka kalender meja sambil mulutnya komat kamit menghafal.

December 9, 2010, "Bikin foto tiup lilin hrs berkali2, tiap abis tiup lgs loncat 
 
Beberapa hari belakangan ini Ilham sibuk bertanya kapan ulangtahunnya. Saya bilang:
Mamah : 9 Desember, Ilham...
Ilham : kok dede lahirnya Desember sih, mah??
M: emang kenapa Desember?
I : yaa... jadinya kan ulangtahun dede yang terakhir...
*ayah: april, teteh: juli, mamah:oktober.. :)

Selidik punya selidik, Ilham sedang belajar tentang tema 4 di SD yaitu "Keluargaku". Dalam bukunya ada halaman khusus untuk memajang foto keluarga dan membahas hal-hal yang berkaitan dengan keluarga sehingga pertanyaan "kenapa Desember" muncul.

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang diluncukan di tahun yang sama 2013, pada saat M. Nuh menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk diterapkan di sekitar 7.458 SD atau setara dengan lima persen dari jumlah SD. Untuk SMP menjadi 2.580 SMP atau setara dengan tujuh persen jumlah SMP. Sedang di SMA dan SMK akan diterapkan di seluruh sekolah. Untuk SMA berjumlah 11.572 sekolah, SMK 10.685 sekolah.  (sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/node/1218). 

Tahun 2014 ini Kurikulum 2013 resmi dilaksakan di seluruh sekolah di Indonesia. Pelatihan, pendampingan, penguatan pendampingan, atau apapun namanya itu dilakukan untuk menyamakan persepsi guru yang ber-jibaku di lapangan dengan kurikulum ini. Paling tidak usaha ini diharapkan dapat merubah cara pandang guru yang (katanya) masih konseptor menjadi moderator, siswa yang tadinya objek jadi subjek. Yah, apapun namanya itu, yang pasti kabar terakhir di masa Kemdikbud sekarang dipimpin Anis Baswedan ada kabar kurikulum ini akan dibekukan dan dikembalikan ke KTSP 2006. Ini karena kurikulum ini dianggap terlalu dipaksakan untuk dilaksanakan.

Kita serahkan saja urusan kurikulum ini kepada para pintar diatas sana, kita tinggal melaksanakan, berharap dan berdoa semoga semua guru dapat memahami keinginan pemerintah untuk menciptakan generasi emas yang menjadi aset bukan beban. Yang pasti dari tematik 4 yang sedang dipelajari Ilham, dia 'menemukan' ternyata hari ulangtahunnya jatuh di bulan terakhir... :)






















My Inspiring Boy

Namanya ILHAM, awal kata itu terlintas mungkin saat Ilham masih dalam kandungan. Kenapa Ilham? karena biarpun dianggap repot pada awalnya, semakin hari semangat untuk melakukan tugas sehari-hari semakin tinggi hingga melihat semua persoalan dari berbagai sudut dan selalu dianggap 'mudah'.

Saat sejak awal bisa berbicara, celotehnya selalu membuat berbagai reaksi. Kadang senyum, ketawa, alis bertaut yang pasti surprising! Seiring dengan bertambah usianya, celotehnya juga semakin beragam. Saya menyimpannya di timeline media sosial dengan harapan bisa jadi warisan dan mengingatkan seperti apa dia dulu.

salam,
misel.